Eksposur akuntansi
(accounting/translation exposure) adalah mengukur seberapa jauh laporan keungan
konsolidasi dari suatu perusahaan dipengaruhi oleh fluktuasi kurs valas. Eksposur
ini muncul karena adanya kebutuhan untuk mengkonversi laporan keuangan dari
operasi perusahaan di luar negeri yang menggunakan mata uang local ke dalam
mata uang Negara asal untuk tujuan konsolidasi dan pelaporan. Laporan keuangan
konsolidasi umumnya digunakan oleh manajemen perusahaan untuk menilai kinerja
perusahaan afiliasi di luar negeri. Bila kurs valas berubah sejak periode
pelaporan sebelumnya, maka translation atau penilaian ulang atas asset, utang,
penerimaan, biaya, laba, dan rugi yang didenominasi dalam valas akan
menyebabkan laba/rugi valas (foreign exchange gains or losses). Kemungkinan
laba/rugi valas ini diukur oleh angka eksposur akuntansi.
- Mengukur eksposur akuntansi
Perusahaan transnasional yang tidak
peduli dengan eksposur akuntansi umumnya berpendapat bahwa pendapatan yang
diperoleh oleh cabang-cabang perusahaan tidak perlu dikonversi dalam mata uang
perusahaan induknya. Ini diakibatkan karena mereka tidak yakin eksposur
akuntansi relevan. Kendati demikian, perlu dipahami apa yang mempengaruhi
derajat eksposur perusahaan terhadap kemungkinan laba/rugi karena konversi
lapran keuangan. Besar kecilnya eksposur akuntansi tergantung dari :
Seberapa jauh peranan cabang-cabang
perusahaan di luar negeri. Semakin besar persentase bisnis perusahaan yang
dilakukan oleh cabang di luar negeri, semakin besar persentase pos-pos laporan
keuangan yang mudah terpengaruh eksposur akuntansi. Lokasi cabang-cabang
perusahaan di luar negeri. Ini diakibatkan karena pos-pos laporan keuangan di
setiap cabang biasanya dinyatakan dalam mata uang local di Negara tersebut.
Standar akuntansi yang dipergunakan.
Setiap Negara umumnya mempunyai standar akuntansi yang sudah baku , yang amat
bervariasi antar Negara. Eksposur valas, yaitu eksposur transaksi, eksposur
translasi, dan eksposur ekonomi, mempunyai substansi ekonomi yang harus
dilaporkan pada laporan keuangan.
- Pasar Valas dan Kurs
Pasar valas merupakan mekanisme melalui yang mana valuta suatu negara
ditukarkan dengan valuta negara lain, kurs antar valuta ditetapkan, dan
transaksi antar valas diselesaikan. Transaksi valas merupakan transaksi dimana
dua pihak setuju untuk menukarkan valuta yang satu dengan valuta yang lain pada
kurs tertentu. Transaksi valas dapat terjadi di spot market dan forward market. Spot market meliputi pembelian dan penjualan valas yang sangat segera
dilaksanakan. Untuk transaksi kecil dipasar retail, penyelesaiannya adalah
segera, sedangkan untuk transaksi besar di wholesale market butuh waktu sampai dua hari bisnis dalam forward market, para partisipan mengadakan kontrak pada hari ini untuk
penyerahan/penerimaan valas pada waktu mendatang. Pasar valas mempunyai
pasar retail dan pasar wholesale. Karakteristik pasar wholesale adalah
transaksi-transaksinya berukuran besar dan biasanya para partisipan terdiri
dari bank dan institusi keuangan yang lain. Pada pasar retail,
transaksi-transaksi valas yang terjadi adalah jauh lebih kecil dan biasanya
mempunyai spreadyang tinggi.
- Eksposur Valas
Eksposur valas merupakan sebuah ukuran terhadap potensi perubahan
profitabilitas, arus kas, dan nilai pasar sebuah perusahaan yang disebabkan
oleh perubahan kurs. Eksposur valas secara konvensional diklasifikasikan menjadi
3 tipe, yaitu :
a.
Eksposur
translasi atau eksposur akuntansi
b.
Eksposur
transaksi
c.
Eksposur
ekonomi atau eksposur operasi
Eksposur
translasi didefinisi sebagai potensi peningkatan atau penurunan nilai bersih
perusahaan induk dan laba bersih yang dilaporkannya, yang disebabkan oleh
fluktuasi kurs sejak tanggal laporan keuangan konsolidasian periode sebelumnya.
Tujuan dari translasi adalah membantu dalam mengevaluasi kinerja semua
perusahaan afiliasi dimanapun dengan mengubah anka laporan kedalam sebuah valuta
perusahaan induk.
Eksposur
transaksi berkaitan dengan sensitifitas arus kas kontraktual perusahaan yang
dinyatakan dalam valas terhadap perubahan kurs yang diukur dalam valuta
domestic perusahaan tersebut. Eksposur transaksi dapat timbul karena transaksi
berikut ini :
a.
Membeli
atau menjual barang/jasa secara kredit yang harganya secara kesepakatan
dinyatakan dalam valas
b.
Meminjam
atau meminjamkan dana dalam valas
c.
Terikat
dalam kontrak utnuk membeli atau menjual valas pada tanggal tertentu dimasa
mendatang
d.
Transaksi
ekonomi yang lain untuk memperoleh asset atau mendapatkan uang yang dinyatakan
dalam valas
Eksposur
ekonomi didefinisi sebagai tingkat sejauh mana nilai perusahaan aka dipengaruhi
oleh perubahan kurs yang tidak diharapkan (perhitungkan). Perencanaan untuk
eksposur ekonomi melibatkan seluruh organisasi (tidak seperti eksposur
translasi dan eksposur transaksi yang hanya melibatkan bendahara dan manajer
akuntansi) karena eksposur ekonomi mempengaruhi interaksi strategi-strategi
yang benar-benar meliputi seluruhbidang fungsional perusahaan, yaitu berupa
akuntansi, keuangan, marketing, personalia, dan produksi.
Akuntansi
Untuk Fluktuasi Kurs Perusahaan yang terlibat dalam bisnis global menghadapi
resiko terjadinya laba atau rugi dari fluktuasi kurs. Tetapi untuk memahi hal
tersebut ada manfaat untuk membedakan antara transaksi asing dan transaksi
valas karena tidak semua transaksi asing dinyatakan dalam valas, sehingga tidak
setiap transaksi asing merupakan transaksi valas. Penting untuk dipahami bahwa terdapat
perbedaan atara laba dan rugi transaksi dan laba dan rugi translasi. Laba dan
rugi transaksi direalisasi dan mempengaruhi arus kas perusahaan. Dibandingkan
dengan jumlah rupiah yang diterima seandainya dibayar tunai, jumlah tersebut
dapat sama besar, lebih besar atau lebih kecil. Potensi inilah yang disebut
eksposur transaksi. Perlakuan akuntansi terhadap laba dan rugi transaksi valas
yaitu laba dan rugi tersebut harus dimasukkan ke dalam laporan hasil usaha dan
mempengaruhi laba pada periode terjadinya laba dan rugi transaksi tersebut.
Akuntansi
Transaksi Valas Dalam transaksi valas salah satu isu akuntansinya adalah
bagaimana transaksi tersebut harus dicatat dalam melaporkan valuta pada tanggal
terjadinya transaksi dan pada saat penyelesaiaan. Dalam transaksi tunai,
terdapat persetujuan umum bahwa
transaksi harus dicatat dengan menggunakan kurs pada tanggal transaksi( spot exchange rate). Tetapi dalam
transaksi kredit ada 2 lagi isu akuntansi yang muncul, salah satunya adalah
bagaimana melaporkan penyesuaian kurs pada tanggal pelaporan keuangan. Ada 2
pandangan mengenai apakah transaksi harus dianggap sebagai sebuah transaksi
tunggal atau 2 buah transaksi :
·
Pendekatan Transaksi
Tunggal Pandangan yang digunakan adalah bahwa hanya ada satu transaksi ekonomi
yang dicatat yaitu transaksi penjualan/pembelian. Sedangkan pelunasan utang
atau penerimaan pelunasan piutang valas dianggap sebagai bagian esensial dari
transaksi ekonomi untuk menjual atau membeli barang atau jasa.
·
Pendekatan Transaksi
Ganda Dalam pendekatan ini utang dan piutang dianggap sebgai sebuah transaksi
kedua yang berbeda atau terpisah dari transaksi asli yang berupa pembelian atau
penjualan barang atau jasa. Dalam pendekatan ini manajemen tidak dapat
memperkirakan besarnya kurs pada tanggal penyelesaian transaksi.
Akuntansi
Translasi Valas Pada transaksi kredit menimbulkan masalah mengenai bagaimana
melaporkan perubahan kurs, antara kurs pada tanggal transaksi dan kurs pada
tanggal penyelesaian. Ada 2 pendapat mengenai hal ini: – pendapat pertama
dilakukan penyesuaian. Alasannya : laporan keuangan harus mencerminkan kondisi
keuangan pada tanggal transaksi atau tanggal penyesuaian. – Pendapat kedua,
tidak dilakukan penyesuaian, kurs tanggal transaksi dan kurs tanggal neraca,
seperti halnya dengan kurs pada tanggal transaksi adalah tidak nyata dan tidak
direalisasi akan berubah menjadi kurs nyata dan akan direalisasi pada tanggal
penyelesaian.
Sumber :
- Choi, Frederick D.S and Gary K. Meek. 2010. International Accounting. Buku 1. Salemba Empat. Jakarta.
- http://whaone0919.wordpress.com/2013/07/23/eksposur-dan-akuntansi-valas/
Nama : Erma Ainun Najah
Kelas : 4EB
22
NPM : 29210487
Tidak ada komentar:
Posting Komentar