Tujuan Manajemen Kas
·
Penyediaan
kas yang cukup untuk operasi jangka-pendek dan jangka panjang.
·
Penggunaan
dana perusahaan secara efektif pada setiap waktu.
·
Penetapan
tanggung jawab untuk penerimaan kas dan pemberian perlindungan yang cukup
sampai dana disimpan.
·
Penyelenggaraan
pengendalian untuk menjamin bahwa pembayaran-pembayaran hanya dilakukan untuk
tujuan yang sah.
·
Pemeliharaan
saldo bank yang cukup, bilamana, cocok, untuk mendukung hubungan yang layak
dengan bank komersial.
·
Penyelenggaraan
catatan-catatan kas yang cukup.
Tugas
Controller Vs. Kepala Bagian Keuangan
Sehubungan
dengan pengelolaan kas, harus ada hubungan kerja sama antara controller dan
kepala bagian keuangan. tugas dan tanggung jawab akan berbeda, tergantung dari
jenis dan besarnya perusahaan. biasannya kepala bagian keuanganlah yang
bertanggung jawab untuk memelihara hubungan baik dangan bank dan para investor
lain, dengan menyediakan pembayaran bunga dan pokok pinjaman tepat pada
waktunya, dan menginvestasikan dana yang berlebihan.
Dalam
perusahaan yang cukup besar dilakukan pemisahan fungsi antara bendaharawan dan
controllership. controller mempunyai tanggung jawab sebagai berikut :
a. Pengembangan
berbagai atau semua bentuk ramalan/ taksiran kas.
b. Menelaah
sistem pengendalian itern sehubungan dengan penerimaan dan pengeluaran kas
untuk menjamin kecukupan dan keefektivitasnya.
c. Rekonsiliasi
rekening bank sebagai bagian dari suatu sistem pengendalian intern yang
baik (dan tugas ini tidak dapat dilakukan olh pegawai bagian keuangan yang
menguasai dana, atau pegawai bagian akuntansi yang membukukan transaksi).
d. Penyiapan
laporan kas tertentu, yang dianggap cocok
Elemen Manajemen Kas
Pengolaan
kas akan dipisahkan menjadi elemen-elemen berikut ini yang dapat mempermudah
pembahasan mengenai pengelolaan kas dan menggambarkan berbagai kerja Sama yang
saling berhubungan :
a.
Ramalan/
taksiran kas.
b.
Manajemen
arus kas, yaitu pengelolaan penerimaan dan pengeluaran kas.
c.
Investasi
dana yang “ berlebihan “.
d.
Hubungan
bank.
e.
Pengendalian
internal (internal control).
Peramalan Kas
Tujuan
Peramalan/ Perkiraan Kas
Suatu Ramalan
atau taksiran kas (cash forecast) merupakan proyeksi mengenai penerimaan dan
pengeluaran kas serta saldonya dalam suatu periode tertentu. ini merupakan
suatu fungsi yang perlu dalam setiap rencana administrasi kas yang dikelola
dengan baik.tujuan dasar dari penyiapan anggaran kas adalah untuk merencanakan
kas yang diperlukan perusahaan ditinjau dari segi jangka panjang dan jangka
pendek juga. juga penyiapan anggaran membrikan alat untuk mengantisipasikan
kesempatan penggunaan kas secara efektiv dalam hal ada kelebihan kas. selain
tujuan umum ini beberapa kegunaan spesifik dari anggaran kas adalah sebagai
berikut :
a. Untuk mennunjukan fluktuasi yang
paling tinggi atau musiman dalam kegiatan perusahaan yang memerlukan investasi
yang lebih besar dalam persediaan dan piutang.
b. Untuk menunjukan waktu dan jumlah dana
yang diperlukan untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo, pembayaran oajak,
dividen, dan bunga.
c. Untuk membantu perencanaan
pertumbuhan, termasuk jumlah dana yang diperlukan untuk perluasan perusahaan
dan modal kerja.
d. Untuk menunjukan jauh dimuka kebuuhan,
jumlah dan lamanya dana yang diperlukan dari sumber luaragar memungkinkan
usahkannya pinjaman yang paling menguntungkan.
e. Untuk membantu mendapatkan kredit bank
dam memjukan kelayakan kredit perusahaan secara umum.
f.
Untuk
menetapkan jumlah dan lamanya dana yang mungkin tersedia untuk investasi.
g. Untuk merencanakan pengurangan
pinjaman.
h. Untuk mengkoordinasi kebutuhan
keuangan dari anak perusahaan dan devisi perusahaan.
i.
Untuk
memungkinkan perusahaan mengambil keuntungan berupa potongan kontan (cash
discount) dan pembelian secara progesif, sehingga dangan demikian meningkatkan
laba.
Metode Peramalan Kas
Tiga metode
telah dikembangkan untuk menyusun ramalan kas. Meskipun saldo akhir adalah kas
yang ditaksirkan, tetapi metode-metode itu berbeda terutama dalam hubungan
titik-tolak peramalan dan perincian-perincian yang tersedia :
a.
Taksiran langsung atas penerimaan dan pengeluaran kas.
b.
Metode laba bersih yang disesuaikan ( Ajusted Net Income Method).
c.
Diferensial metode kerja (Working Capital Differential).
Hubungan Antara
Anggaran Kas Dengan Anggaran Lain
Dari
pembahasan teerdahulu dengan segera kelihatan, bahwa penyiapan anggaran kas
pada umumnya bergantung anggaran yang lain, yaitu anggaran penjualan, laporan
perhitungan rugi-laba yang ditaksirkan, berbagai anggaran operasi dan rencana
strategis jangka panjang. Sebenarnya anggaran kas merupakan program penjualan
yang terkoordinasi serta yang di korelasikan denganperubahan-perubahan neraca
dan penjualan serta pengeluaran yang diperkirakan.
Dapat
juga diperkirakan, bahwa anggaran kas adalah suatu alat pengecek terhadap
seluruh program anggaran. Apabila sasaran-sasaran anggaran operasi tercapai
maka hasilnya akan tercermin dalam posisi kas. Sebaliknya apabila gagal
mencapai sasaran anggaran, maka bagian keuangan terpaksa harus mencari sumber
tambahan kas.
Masa Anggaran
Kas
Masa
anggaran tergantung pada beberapa faktor, termasuk tujuan anggaran, kondisi
keuangan perusahaan, dan para eksekutif mengenai praktisnya serta kecermatan
taksiran. Sebagai contoh, suatu taksiran jangka-pendek akan dipergunakan dalam
menetapkan kebutuhan kas mungkin untuk satu atau tiga bulan di depan. Tapi
apabila marjin kasnya rendah, maka diperlukan taksiran mengenai
penerimaan dan pembayaran atas dasar per minggu, atau bahkan per hari.
Sebaliknya,
bagi perusahaan yang memiliki jumlah kas yang besar, dapat dikebangkan suatu
anggaran kas per bulan, untuk masa enam bulan atausatu tahun di depan. Untuk
penetapan kebijaksanaan umum keuangan, akan diprlukan anggaran jangka panjang.
Sebagian perusahaan berpendapat, bahwa taksiran yang dibuat untuk menyusun
anggaran untuk masa yang terbatas sampai tiga bulan. Perusahaan lai membuat
suatu anggaran yang saling berhubungan untuk tiga bulan atau lebih didepan,
yaitu dengan selalu menambahkan satu bulan dan menghilangkan bulan berjalan.
Controller
harus menyesuaikan peramalan dangan kondisi-kondisi yang ditemukannya. Da dapat
menyusun satu anggaran kas jangka pendek untuk tujuan pemenuhan kebutuhan kas,
dan juga anggaran jangka panjang untuk dipergunakan dalam pengambilan keputusan
kebijaksanaan keuangan.
Pelaksanaan
Anggaran Kas
Controller
dapat menyiapkan anggaran kas dengan cara biasa, dengan menunjukan jumlah dan
tambahan yang diperlukan (jika ada), dan lamanya kebutuhan itu. akan tetapi,
tanggung jawab untuk mendapatkan dana ini atas dasar yang palig menguntungkan
berada di tangan kepala bagian keuangan atau pejabat utama bidang keuangan.
Kebutuhan
kas harus direncanakan sebagai mana halnya dengan operasi-operasi lain. adalah
memuaskan dengan hanya mengasumsikan, bahwa volume penjualan yang tinggi dan
secara otomatis menghasilkan posisisi keuangan yang sehat. controller mempunyai
cara yang efektif dalam menetapkan keperluan akan adanya program keuangan yang
dipertibangkan dengan baik.
Penagihan Kas
Administrasi Penerimaan Kas
Salah satu
tujuan utama manajemen keuangan adalah mengusahakan adanya penggunaan secara
berhati-hati dan efisien. ditinjau dari segi penagihan kas, ada dua fase yaitu;
a.
mempercepat
penagihan
b.
pengendalian
yang intern yang layak tehadap penaguhan.
Mempercepat Penagihan
Ada dua metode
yang lasim dipergunakan untuk mempercepat pengalihan, yaitu lock-box sistem dan
area concentration banking. lock-box system meliputi
penyelenggaraan berbagai rekening/simpanan dalam berbagai area geografis yang
mempunyai pengalihan kas dalam jumlah besar, sehinggah penyetor dan para
pelanggan akan memakan waktu yang lebih sedikit dalam perjalanan, paling baik apabila
tidak lebih dari satu hari.
Menurut sistem
area concentration banking, unit lokal perusahaan yang menagih pembayaran dan
disetor/ disimpan dalam bank setempat. dari bank lokal, biasanya melalui
kiriman kawat/telegram, dana dipindahkan dengan sangat cepat kepada beberapa
area atau concentration bank. dana lebih dipindahkan secara otomatis
melalui talegram kepada bank dari kanor pusat perusahaan. dalam cara ini maka
waktu dalam perjalanan dapat dipersingkat. controller diharapkan mengetahui
kedua cara tersebut dan cara-cara lain untuk mempercepat penagihan, dan
membantu kepala bagian keuangan, bilamana perlu.
Pengendalian Intern Atas Penerimaan
Kas
Dalam
organisasi perusahaan pada umumnya dijumpai banyak jenis transaksi yang biasa
atau rutin. Beberapa sumber yang rutin adalah ;
a.
Penerimaan
melalui pos,
b.
Penjualan
kontan,
c.
Penjualan
kredit.
Tentunya semua
perusahaan mempunyai transaksi lain yang kurang bersifat rutin, seperti
penerimaan penjualan harga tetap, yang dapat ditangani oleh pejabat tertentu
atau memerlukan prosedur khusus. Kebanyakan masalah kas akan berpusat pada
transaksi yang baru dikemukakan diatas, karena untuk penerimaan kas yang lebih
bersifat luar biasa atau kurang banyak dengan mudah dapat dekenakan suatu
pengecekan yang sederhana.
Dengan tidak
mempersoalkan sumber kasnya, basis untuk pencegahan kesalahan atau kecurangan
adalah prinsip pengecekan intern (internai check). System tersebut
meliputi pemisahan fungsi antara pengurusan fisik uang dengan penyelenggaraan
pembukuannya. System itu mengharuskan pekerjaan seseorang pegawai dengan
pegawai lain dapat saling melengkapi.
System
pengendalian intern harus dirancang atas dasar masing-masing organisasi. Akan
tetapi terdapat saran umum yang dapat membantu controller dalam menelaah
situasi pada perusahannya sendiri:
a.
Semua
penerimaan kas melalui pos harus dicatat sebelum ditransfer kepada kasir.
b.
Semua
penerimaan harus disetor sepenuhnya setiap hari.
c.
Tanggung
jawab untuk menangani kas harus dirumuskan dengan jelas dan ditetapkan secara
pasti.
d.
Biasanya
fungsi penerimaan kas dan pengeluaran kas harus diisahkan sama sekali (kecuali
dalam lembaga keuangan).
e.
Penanganan
fisik kas harus dipisahkan seluruhnya dari penyelenggaraan pembukaan, dan kasir
tidak brwenang/berhak terhadap pembukuan.
f.
Para
agen dan walil lapangan diharuskan memberikan kwitansi tanda terima, tentunya
dengan meninggalkan tembusan untuk arsip.
g.
Rekonsiliasi
bank harus dilakukan oleh mereka yang tidak menangani kas atau menyelenggarakan
pembukaan.
h. Semua pegawai yang menangani kas atau pembukuan
kas diharuskan mengambil cuti, orang lain harus menggantikannya selama masa
cuti.
i.
Semua
pegawai yang menangani kas atau pembukuan kas harus diikat dengan kontrak.
j.
Sedapat
mungkin dipergunakan alat-alat mekanis yang dapat memberikan alat pengecek tambahan.
k.
Apabila
praktis, penjualan kontan harus diverifikasi dengan catatan persediaan dan
hasil opname fisik persidiaan.
Pengeluaran Kas
Pengendalian Pengeluaran Kas
Dalam bidang administrasi kas ini, ada
dua aspek pengendalian, yaitu;
a.
Penentuan system pembayaran, dan
b.
Sistem pengendalian intern.
Pengalaman
menunjukan bahwa kegunaan adanya pengendalian yang teliti terhadap
pembayarandalah untuk menjamin agar rekening-rekening hanya dibayarkan pada
saat telah jatuh tempo dan bukan lebihdini dari pada itu. Dengan cara demikian,
maka kas dapat dihemat untuk investasi sementara.
Pertimbangan
lain ini dalam menentukan jadwal pembayaran adalah penggunaan “floating cash”
secara nyata. Dengan mengetahui bahwa ada unsur-unsur dalam perjalanan , dankenyataan
bahwa biasanya saldo bank selalu lebih besar dari pada saldo menurun buku
karena ada cheque-cheque yang masih beredar, maka saldo buku dapat direncanakan
peda tingkat yang lebih rendah. “Floating cash” yang masuk dapat diseimbangkan
dengan pembayaran kas.
Rekening Bank
Administrasi
Dalam
pengendalian pembayaran, menyangkut transaksi divisional anak perusahaan atau
kantor lapangan, maka dapat dipergunakan beberapa rekening bank untuk tujuan
khusus, misalnya imprest accouns, zero balance accounts, dan automatic balace
accounts.
Dalam
system zero balance, maka rekening bank untuk unit organisasi tertentu
selalu di pelihara saldonya sebesar nol. Apabilah di terima cheque pembayaran,
maka bank di berih wewenang untuk memindahkan dana yang di perlukan dari
rekening umum ke rekening khusus untuk membayar itu. Pembayaran dapat di
lakukan dengan wesel bayar. Cara lain yang serupa ialah, bahwa kepala bagian
keuangan akan memindahkan melalui kawat atau telegram ke dalam zero bank
account, seterima pemberitahuan dari bank mengenai permintaan pembayaran. Zero
bank accounts dapat mempermudah pengawasan pembayaran melalui satu atau
beberapa perkiraan. System terseut juga mempermudah melakukan pengecekan cepa
terhadap posisi kas perusahaan
Dalam
automatic balance accounts dipergunakan perkiraan yang sama untuk penerimaan
dan pengeluaran. Apabilah rekening tersebut telah beradah di atas suatu tingkat
maximum yang ditetapkan, maka kelebihan rekening tersebut akan di transfer ke
rekening pusat; dan sebaliknya, apabilah saldo yang di bawah tingkat minimum ,
maka rekening tersebut harus di isi kembali.
a.
Pengamatan Pengendalian Intern
b.
Pentingnya Pengendalan Intern
Apabilah
uang telah di setor ke bank, nampaknya masalah utama pengaman kas telah di
pecahkan. Memang benar, bahwa pengendalian pengeluaran kas merupakan hal yang
relative sederhana apabilah beberapa aturan di taati. Setelah factor pembelian
di setujui untuk pembayaran, langkah berikut biasanya penyiapan cheque untuk
ditandatangi oleh pimpinan. Apabilah semua pembayaran mengalami pemeriksaan
seperti ini, bagaimanakah bisa timbul sesuatu problema? Tetapi justru disinilah
paling besar bahayanya. Setiap kontroler yang harus menandatangani banyak ceque
mengetahui bahwa hal tersebut merupakan tugas yang menjemukan yaitu tugas untuk
memeriksa apakah laporan penerimaan di lampirkan , membandingkan nama
penerimaan uang terhadap faktur, dan membandingkan jumlahnya. Oleh karena tugas
tersebut begitu menjemukan , maka hal tersebut dilakukan secara asal jadi saja.
Namun tugas itu memang penting untuk mengawasi pembayaran , dan harus dilakukan
secara berhati-hati. Yang lain dapat melakukan pemeriksaan secara tiba-tiba
sering dokumen dan bukti pengeluaran palsu dipergunakan untu mendapatakan tanda
tangan yang keedua kalinya.
Pencegahan
praktek ini mengharuskan adanya penelitian berhati-hat sebelum cheque
ditandatangi, dan jua melalui cara-cara pengamanan lainnya. Tidak dapat di
terima begitu saja bahwa segala sesuatunya berjalan dengan baikmereka yang
menandatangani cheque harus bersikap mempertanyakan transaksi yang kelahatan
meragukan atau tidak dimengerti sepenuhnya. Memang, pemeriksaan document yang
di lampirkan pada cheque sering akan menyoroti pengeluaran yang tidak tepat dan
setiap kelemahan dalam prosedur-prosedur lain.
Beberapa Prinsip Pengendalian Intern
Kesempatan
penggunaan dana secara tidak wajar atau tidak benar adalah demikian besar,
sehingga seorang controller harus selalu menekankan keperluan untuk mengadakan
perlindungan yang wajar dalam fungsi pengeluaran kas. Diperlukan adanya
kewaspadaan dan prosedur pemeriksaan yang sehat. Meskipun system pengendalian
intern dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan organisasi , tetapi beberapa
saran umum yang bersama ditetapkan sebagai berikut :
a.
Kecuali
untuk transaksi kas kecil, semua pembayaran harus dilakukan dengan cheque
b.
Semua
cheque harus diberi nomor terlebih dahulu, dan semua nomor yang dipergunakan
atau dibatalkan harus dipertanggung jawabkan
c.
Semua
cheque pembayaran umum harus ditanda-tangani oleh dua orang secara
bersama-sama.
d.
Tangung
jawab untuk penerima kas harus dipisahkan dari tanggung jawab untuk pengeluaran
kas.
e.
Semua
orang yang menandatangani cheque atau yang menyetujui pembayaran harus
dipertanggungkan secukupnya.
f.
Rekonsiliasi
bank harus dilakukan oleh mereka yang tidak menandatangani cheque atau
menyetujui pembayaran.
g.
Pencatatan
kas harus terpisah sama sekali dari tugas melakukan pembayaran.
h.
Faktur
yang telah disetujui untuk pembayaran dan semua dokumen pendukung yg diperlukan
ang harus menjadi persayarat untuk melakukan pembayaran.
i.
Cheque
untuk mengisi kembali imprest fund kas kecil dan pembayaran gaji dan upah harus
dibayar kepada individu tertentudan bukan kepada perusahaan atau pembawa.
j.
Setelah
pembayaran dilakukan,semua dokumen pendukung harus diperforasi atau diberi
tanda “telah dibayar” agar tidak bisa dipergunakan untuk kedua kali.
k.
Alat-alat
mekanis harus dipergunakan bilamana praktis, misalnya alat penulis cheque dan
sebagainya.
l.
Harus
diadakan rotasi kerja atau diwajibkan mengambil cutibagi mereka yang bertugas
melakukan pembayaran.
m.
Persetujuan
bukti/voucher pembayaran biasanya harus dilakukan oleh mereka yang tidak
bertuhgas untuk melakukan pembayaran.
n.
Untuk
transfer antar bank harus ada persetujuan khusus, dan harus diselenggarakan
suatu perkiraan “ Transfer bank”.\
o.
Semua
bukti/ voucher pengeluaran kas kecil, harus ditulis dengan tinta atau diketik.
Metode
Penyalahgunaan Dana
Cara
pengamanan sebagai mana baru dibicarakan diatas, adalah sebagian dari cara yang
dikembangkan atas dasar pengalaman dari banyak perusahaan. Beberapa cara umum
untuk melakukan kecurangan adalah sebagai berikut ;
a.
Menyiapkan
bukti voucher palsu atau mengajukan voucher untuk mendapatkan bayaran dua kali.
b.
“Kiting”,
atau pinjaman tanpa mendapat persetujuan dengan cara tidak mencatat
pembayaran, tetapi mencatat penyetoran dalam hal
melakukan transfer bank.
c.
Mencantumkan
jumlah total yang tidak benar dalam buku kas.
d.
Menaikan
jumlah cheque setelahditandatangani.
e.
Mencantumkan
potongan harga dengan jumlah yang lebih rendah dari pada yang sebenarnya.
f.
Menguangkan
cheque gaji/upah atau dividen yang belum ditagih oleh yang berhak.
g.
Mengubah
bukti/ voucher pengeluaran kas kecil.
h.
Memalsukan
cheque dan memusnakannya peda saat telah diterima dari bank menggantikan dengan
cheque lain yang dibatalkan atau dengan nota pembebanan.
a. Rekonsiliasi Bank
Suatu fase pengendalian intern yang
penting adalah dengan merekonsiliasikan saldo menurut salinan rekening Koran
bank dengan saldo menurun buku. Ini terutama benar lagi bagi rekening umum bank
sebagaimana dibedakan dari rekening yang hanya untuk melakukan
pembayaran.
Telah dikemukakan sebelumnya bahwa
rekonsiliasi bank harus ditangani oleh seseorang yang bebas dari tugas mengurus
penerimaan atau pengeluatan kas. Tugas rekonsiliasi ini dapat ditangani oleh
controller atau dilaksanakan sendiri oleh bank. Perhatian khusus haru diberikan
tarhadap cheque yang beredar pada periode yanglalu dan terhadap penyetoran yang
dilakukan pada akhir periode untuk dapat mendeteksi kiting.
b.
Dana
Kas Kecil
Pada umumnya perusahaan harus
melakukan berbagai pembayaran kecil-kecil. Untuk memenuhi kebutuhan ini,
maka diselenggarakan dana kas kecil diselenggarakan berdasarkan imprest
fund system, yaitu suatu system dengan saldo dana yang tetap.
Banyak dana kas kecil seperti ini
diperlukan dalam kantor cash cabang atau pada setiap pabrik. Harus disedikan
bentuk kwitansi dan proseduryang seragam termasuk limit atau pengeluaran yang
dilakukan mengenai saluran ini, melalui persetijuan secara wajar, dan
sebagainya.
Apabila mungkin, maka orang yang
menangani penerimaan atau pengeluaran kas tidak boleh menangani kas kecil. Cara
pengamanan lain meliputi opname kas secara mendadak, pembatasan langsung
terhadap semua lembaran kas kecil setelah dilakukan pembayaran, dan pemeriksaan
secara teliti terhadap pengisian kembali kas kecil. Meskipun dananya mungkin
kecil saja, tetapi dapat dibelanjakan jumlah yang sangat besar (karena
pembayaran yang sering). Controller tidak boleh melalaikan pemeriksaan terhadap
kegiatan ini.
c.
Investasi
Dana Sementara
Dalam banyak perusahaan, dana
berlebihan atau surplus yang tidak diperlukan untuk tujuan operasi atau
compensating bank balance tersedia untuk diinvestasikan. Penggunaan secara berhati-hati
atas dana yang tidak dimanfaatkan dapat menambah penghasilan. Meskipun pejabat
keuanganlah bisanya yang akan mengarahkan investasi dana semacam ini, tetapi
controller akan berhubungan dengan pelaporan dan pengendalian secukupnya serta
pada umumnya harus mengetahui tentang masalah investasi.
d.
Kriteria
Memilih Investasi
Dengan mengetahui adanya kesempatan
untuk memperoleh tambahan pendapatan dari dana yang sementara berlebihan,
apakah kriteria yang yang dapat dipergunakan dalam memilih alat investasi?
Mungkin ada lima criteria tersebut, dan semuanya agak berhubungan:
e.
Keamanan
pokok pinjaman.
f.
Stabilitas
harga.
g.
Kemungkinan
pemasarannya.
h.
Saat
jatuh tempo.
i.
Hasil
(Yield).
Pembatasan
Investasi
Kadang-kadang
dewan komisaris akan meletakan pembatasan mengenai bagaimana dana sementara
dapat diinvestasikan. Dalam kesempatan lain mungkin pejabat keuangan senis yang
akn memberikan pembatasan-pembatasan itu. Hal-hal yang tercakup dalam
pembatasan akan meliputi:
a. Masa maksimum untuk investasi
b.
Posisi
kredit pihak yang mengedarkan surat-surat berharga.
c.
Investasi
maksimum dalam berbagai jenis surat berharga terpilih.
d.
Menurut
pihak/perusahaan yang mengedarkan surat berharga.
e.
Menurut
jenis instrument
f.
Menurut
Negara asal
g. Menurut mata uang
Banyak
pemberitahuan membeli investasi jangka pendek yang dapat dinegosiasikan. Selain
itu, investasi tersebut sering dibayar melalui transef dengan kawat/telegram. Banyak
perusahaaan mengontrak sebuah bank komersial besar untuk bertindak sebagai
pengurus dari surat-surat berharga, melakukan pembayaran atas investasi
yangDiterima dn menerima dana atas investasi yang diserahakan.
SUMBER :
· Choi, Frederick D. S. dan Gary K. Meek.
International Accounting. Buku 1 Edisi 6. 2010: Salemba Empat.
Nama
: Erma Ainun Najah
Kelas : 4EB 22
NPM :
29210487
Tidak ada komentar:
Posting Komentar