Nama : Erma Ainun Najah
Kelas : 3EB22
NPM : 29210487
Karya Ilmiah
Pengertian Karya Ilmiah
“Karangan ilmiah
merupakan suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat
keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam
bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan
yang bersantun bahasa dan isisnya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/
keilmiahannya.”—Eko Susilo, M. 1995:11
Karya ilmiah adalah suatu
karya dalam bidang ilmu pengetahuan (science) dan teknologi yang
berbentuk ilmiah. Suatu karya dapat dikatakan ilmiah apabila proses
perwujudannya lewat metode ilmiah. Jonnes (1960) memberikan ketentuan
ilmiah, antara lain dengan sifat fakta yang disajikan dan metode penulisannya.
Bila fakta yang disajikan
berupa fakta umum yang obyektif dan dapat dibuktikan benar tidaknya serta
ditulis secara ilmiah, yaitu menurut prosedur penulisan ilmiah, maka karya
tulis tersebut dapat dikategorikan karya ilmiah, sedangkan bilamana fakta yang
disajikan berupa dakta pribadi yang subyektif dan tidak dapat dibuktikan benar
tidaknya serta tidak ditulis secara ilmiah, karya tulis tersebut termasuk karya
tulis non ilmiah.
Syarat Karya Ilmiah
Suatu karangan dari hasil penelitian, pengamatan, ataupun peninjauan
dikatakan ilmiah jika memenuhi syarat sebagai berikut :
- penulisannya berdasarkan hasil penelitian;
- pembahasan masalahnya objektif sesuai dengan fakta;
- karangan itu mengandung masalah yang sedang dicari pemecahannya;
- baik dalam penyajian maupun dalam pemecahan masalah digunakan metode tertentu;
- bahasa yang digunakan hendaklah benar, jelas, ringkas, dan tepat sehingga tidak terbuka kemungkinan bagi pembaca untuk salah tafsir (dihindarkan dari penggunaan bahasa yang maknanya bersifat konotasi/ambigu).
Melihat persyaratan di atas, seorang penulis karangan ilmiah
hendaklah memiliki ketrampilan dan pengetahuan dalam bidang :
- Masalah yang diteliti,
- Metode penelitian,
- Teknik penulisan karangan ilmiah,
- Penguasaan bahasa yang baik.
Jenis Karya Tulis Ilmiah
Karya tulis ilmiah dapat disajikan dalam bentuk laporan
penelitian, artikel ilmiah di jurnal, artikel ilmiah popular di media massa,
makalah seminar, buku, diktat, modul, maupun karya terjemahan :
- Makalah atau paper
Rumusan atau simpulan pemikiran
sebagai hasil telaah atau pengkajian sederhana dari sebuah referensi bacaan,
pemikiran tokoh, ilmuwan atau penulis sebelumnya. Karya ilmiah jenis ini biasa
diberikan oleh dosen atau guru kepada mahasiswa atau siswanya. Tujuannya biasa
untuk memberikan ruang bagi peserta didik dalam menuangkan gagasan ilmiahnya
untuk mengasah kemampuan intelektualnya dalam menanggapi permasalahan yang
berkembang. Makalah biasanya disajikan dalam forum seminar, lokakarya, workshop
dan sejenisnya.
- Laporan praktikum
Biasanya merupakan laporan tertulis
dari serangkaian kegiatan praktikum yang telah dilakukan oleh seorang atau
sekelompok siswa. Dalam menuliskan laporan unsur kronologis menjadi sangat
penting karena praktik kerja baik di lapangan maupun di laboratorium terdiri dari
tahapan-tahapan yang sistematis yang harus dilaporkan secara sistematis juga.
Dengan demikian penulisan laporan praktikum dituntut untuk menyampaikan sebuah
kegiatan secara sistematis, runtut dan terperinci.
- Artikel
Gagasan tertulis dari penulis tentang
suatu permasalahan yang didasarkan pada kajian pustaka atau hasil penelitian.
Artikel merupakan diseminasi pemikiran dari ahli atau seseorang yang secara
intens mengamati permasalahan tertentu (pengamat). Artikel hampir mirip dengan
makalah, yang membedakan adalah ruang publikasinya. Apabila makalah disampaikan
dalam forum seminar atau workshop, artikel dipublikasikan di media massa baik
jurnal ilmiah atau media massa (koran atau majalah, yang biasa disebut artikel
ilmiah populer). Artikel dapat ditulis dalam berbagai bentuk yaitu opini, essay
atau feature. Opini merupakan gagasan pribadi penulis, sedangkan essay
merupakan karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari
sudut pandang penulisnya (Kamus Besar Bagasa Indonesia, 2005: 308). Sedangkan
feature merupakan bentuk penulisan artikel yang berupa berita.
- Tugas akhir
Baik skripsi (tingkat S1), thesis
(S2) atau disertasi (S3) merupakan karya ilmiah yang ditujukan untuk mengakhiri
studi di perguruan tinggi. Tugas akhir biasanya berupa hasil penelitian dari
bidang tertentu (sesuai jurusan atau program studi yang diambil) yang kemudian
diujikan secara lisan untuk memperoleh derajat kelulusan dan kelayakan karya
tersebut.
Ciri-Ciri Karya Ilmiah
1. Struktur Sajian
Struktur sajian karya ilmiah
sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti
(pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke
bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin
disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup
merupakan kesimpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak
lanjut gagasan tersebut.
2. Komponen dan Substansi
Komponen karya ilmiah
bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung
pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang
dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
3. Sikap Penulis
Sikap penulis dalam karya
ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal,
dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang
pertama atau kedua.
4. Penggunaan Bahasa
Bahasa yang digunakan
dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata /
istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
Sikap Ilmiah
Dalam penulisan karya
ilmiah, terdapat 7 sikap ilmiah yang merupakan sikap yang harus ada.
Sikap-sikap ilmiah tersebut adalah sebagai berikut :
1) Sikap ingin tahu
Sikap ingin tahu ini
terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan
bidang kajiannya.
2) Sikap kritis
Sikap kritis ini terlihat
pada kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang
kajiannya untuk dibanding-banding kelebihan -kekurangannya, kecocokan-tidaknya,
kebenaran-tidaknya, dan sebagainya.
3) Sikap obyektif
Sikap objektif ini
terlihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.
4) Sikap ingin menemukan
Selalu memberikan
saran-saran untuk eksperimen baru. Kebiasaan menggunakan eksperimen-eksperimen
dengan cara yang baik dan konstruktif. Selalu memberikan konsultasi yang baru
dari pengamatan yang dilakukannya.
5) Sikap menghargai karya orang lain
Sikap menghargai karya
orang lain ini terlihat pada kebiasaan menyebutkan sumber secara jelas
sekiranya pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang berasal dari
pernyataan atau pendapat orang lain.
6) Sikap tekun
Tidak bosan mengadakan
penyelidikan, bersedia mengulangi eksperimen yang hasilnya meragukan, tidak
akan berhenti melakukan kegiatan-kegiatan apabila belum selesai. Terhadap
hal-hal yang ingin diketahuinya ia berusaha bekerja dengan teliti.
7) Sikap terbuka
Sikap terbuka ini terlihat
pada kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan
orang lain, walaupun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan
keterangan orang lain tersebut tidak diterima karena tidak sepaham atau tidak
sesuai.
Tujuan Karya Ilmiah
- Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
- Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
- Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
- Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
- Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.
Manfaat Karya Ilmiah
Manfaat
penyusunan karya ilmiah bagi penulis adalah berikut:
- Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
- Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
- Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
- Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
- Memperoleh kepuasan intelektual;
- Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
- Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya
Sistematika Penulisan Karya Ilmiah
Bagian
Pembuka
- Cover
- Halaman judul.
- Halaman pengesahan.
- Abstraksi
- Kata pengantar.
- Daftar isi.
- Ringkasan isi.
Bagian
Isi
Pendahuluan
- Latar belakang masalah.
- Perumusan masalah.
- Pembahasan/pembatasan masalah.
- Tujuan penelitian.
- Manfaat penelitian.
Kajian
teori atau tinjauan kepustakaan
- Pembahasan teori
- Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan
- Pengajuan hipotesis
Metodologi
penelitian
- Waktu dan tempat penelitian.
- Metode dan rancangan penelitian
- Populasi dan sampel.
- Instrumen penelitian.
- Pengumpulan data dan analisis data.
Hasil
Penelitian
- Jabaran varibel penelitian.
- Hasil penelitian.
- Pengajuan hipotesis.
- Diskusi penelitian, mengungkapkan pandangan teoritis tentang hasil yang didapatnya.
Bagian
penunjang
- Daftar pustaka.
- Lampiran- lampiran antara lain instrumen penelitian.
- Daftar Tabel
Contoh
Karya Ilmiah :
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
Manusia telah mengalami
perkembangan dalam setiap periode waktu yang dilewatinya, dari zaman purbakala sampai
dengan zaman sekarang. Peradaban manusia telah mengalami kemajuan sampai
sekarang. Perkembangan manusia pun semakin barkembang pesat. Perkembangan itu
membawa perubahan – perubahan besar pada kehidupan manusia. Misalnya, pada
pakaian, teknologi, makanan,dsb. Sebagai contoh misalnya Indonesia. Indonesia
pada saat ini, sudah mulai mengikuti perkembangan dunia. Hal ini dapat disebut
bahwa Indonesia mengalami proses globalisai. Begitu pula dengan globalisasi di
bidang ekonomi yang sangat mempengaruhi kehidupan perekonomian bangsa ini.
Untuk itu, karya tulis ilmiah ini akan memberitahukan dampak – dampak dari
globaliasasi di bidang ekonomi bagi indonesia.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan pada
kenyataan itu, maka masalah yang muncul dalam karya tulis ilmiah ini adalah:
a. Apa yang dimaksud
dengan globalisasi?
b. Bagaimana ciri –
ciri globalisasi ekonomi itu ?
c. Apa itu kapitalisme
global ?
d. Bagaimana pengaruh
kapitalisme di indoneisa ?
Dalam karya tulis ilmiah ini akan kami pecahkan semua masalah
yang ada di atas.
1.3 Tujuan Penulis
Tujuannya kita dapat
mengetahui dampak yang ditimbulkan dari proses globaliasasi di bidang ekonomi.
Baik dampak positif maupun dampak negatif. Dan kita dapat mengetahui bagaimana
sikap kita dalam menerima perubahan – perubahan yang terjadi dalam kehidupan
masyarakat
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian dan Globalisasi di bidang Ekonomi
1. Pengertian Globalisasi
Globalisasi adalah sebuah
istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan
ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui
perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi
yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi bisa.
Kata “globalisasi”
diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Globalisasi belum
memiliki definisi yang mapan, kecuali sekadar definisi kerja (working
definition), sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Globalisasi
didefinisikan sebagai semua proses yang merujuk kepada penyatuan seluruh warga
dunia menjadi sebuah kelompok masyarakat global. Ada yang memandang bahwa
globalisasi itu sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses
alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu
sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi
dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.
2.
Globalisasi
ekonomi
Globalisasi perekonomian
merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara
di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan
tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan
penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa.
Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur
dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan
semakin erat. Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar
produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya
juga membuka peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik.
B.
Ciri-ciri
Globalisasi
Berikut ini beberapa ciri
yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di dunia.
·
Perubahan dalam konsep ruang dan waktu.
Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan
internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya,
sementara melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan
banyak hal dari budaya yang berbeda.
·
Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara
yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan
perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan
dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).
·
Peningkatan interaksi kultural melalui
perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita
dan olah raga internasional). saat ini, kita dapat mengonsumsi dan mengalami
gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam
budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan makanan.
·
Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada
bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional dan lain-lain.
Kennedy dan Cohen
menyimpulkan bahwa transformasi ini telah membawa kita pada globalisme, sebuah
kesadaran dan pemahaman baru bahwa dunia adalah satu. Giddens menegaskan bahwa
kebanyakan dari kita sadar bahwa sebenarnya diri kita turut ambil bagian dalam
sebuah dunia yang harus berubah tanpa terkendali yang ditandai dengan selera
dan rasa ketertarikan akan hal sama, perubahan dan ketidakpastian, serta
kenyataan yang mungkin terjadi. Sejalan dengan itu, Peter Drucker menyebutkan
globalisasi sebagai zaman transformasi sosial.
C.
Kapitalisme Global
Kapitalisme global adalah
upaya meraih keuntungan dan mengakumulasi modal tanpa batas atau sekat yang
berupa negara. Dalam perkembngannya, kapitalisme global ini telah menjadi
bagian dari kehidupan sehari-hari sebagian orang diberbagaibelahan dunia.
Sebagai contoh dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, seseorang
akan merasa ada sesuatu yang hilang bila dalam satu hari tidak melihat TV,
membaca koran, ataupun membaca email. Dengan teknologi informasi dan komunikasi
tersebut, dengan mudahnya seseorang dapat memindahkan ribuan maupun jutaan
dollar melintasi batas Negara dalam hitungan detik dengan hnya menekan tombol
Personal Computer.
Kapitalisme global ini
juga mengubah cara pandang orang terhadap berbagai hal. Cara pandng tentang
uang misalnya, bukan lagi hanya sebagai alat tukar melainkan juga sebagai
barang dagangan seperti komoditas lainnya. Adanya profesi pedagang valuta
asingmembuktikan hal tersebut. Lebih lanjut uang yang biasa terlihat sebagai
lembaran-lembaran kertas, di tangan lembaga keuangan saat ini berkembang
menjadi bentuk yang lebih canggih sepertibonds, stocks, commercial notes, dan
lain sebagainya serta transaksi yang dilakukannyapun tidak berdasarkan saat ini
(sekarang), tetapi dapat pula transaksi untuk masa nanti. Sehingga dapat
dibayangkan betapa rumitnya perputaran uang di dunia ini. Perkembangan
kapitalisme yang semakin mengglobal dapat mendorong terjadinya berbagai kondisi
baru seperti:
·
Terciptanya berbagai inovasi yang memunculkan
produk-produk yang ada. Kondisi ini menyebabkan melimpahnya produk dengan harga
yang relative lebih murah, sehingga meningkatkan persaingan.
·
Terjadinya relokasi perusahaan multinasional
untuk memanfaatkan keunggulan koparatif suatu negara, agar dapat memenangkan
persaingan tersebut. Misalnya relokasi atas industri padat karya untuk
mendapatkan pekerjaan dengan upah yang lebih murah. Dalam proses ini muncullah
berbagai perusahaan multinasional, yaitu perusahaan yang mempunyai cabang di
berbagai negara.
·
Terjadinya arus internasionalisasi dan
perputaran modal yang sanga cepat yang menembus batas waktu dan ruang. Modal
yang berputar tersebut bergerak tidak hanya di sektor yang produktif tetapi
juga yang spekulatif.
·
Terbentuknya suatu tatanan dunia baru yang
dimotori lembaga-lembaga internsional dan forum internasiona seperti IMF, World
Bank, WTO, dan lain sebagainya. Secara serentak lembaga dan forum internasional
tersebut mengkampanyekan dan mengarahkan dunia kea rah kerangka kebijakan baru
yang mendukung rezim liberal dan perdagangan bebas global. Aturan-aturan
liberalisasi, deregulasi, dan privatisasi merebak di segala penjuru dunia.
Dari yang berpandangan
negatif, menganggap bahwa globalisasi tidak banyak manfaatnya atau bahkan
merugikan. Investasi dalam bentuk penanaman modal asing akan menguras sumber
daya yang dimiliki oleh suatu bangsa dengan manfaat paling besar justru tidak
dinikmati oleh bangsa tersebut.
Di samping pandangan yang
bersifat negatif dari kapitalisme global, ada pula yang berpandangan positif. Pandangan
itu pada intinya menyatakan bahwa penanaman modal asing dianggap dapat
memungkinkan akses terhadap teknologi, manajemen, dan pemasaran.Di samping itu,
arus modal juga memungkinkan untuk menutup kesenjangan antara tabungan dan
investasi, sehingga memungkinkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
D.
Kapitalisme di Indonesia
Paham kapitalisme yang
kita harapkan hendaknya disertai persyaratan bahwa semuanya harus berfungsi
sosial. Di negara-negara lain yang sangat dan teramat kapitlis, capital memang
selalu dibuat berfungsi sosial melalui perpajakan, instrumen-instrumen
distribusi kekayaan dan pendapatan, system jaminan sosial, sistem perburuhan
dan masih sangat banyak lagi perangkat, peraturan, lembaga dan sebagainya, yang
membuat capital berfungsi sosial. Fungsi sosial tidak mengurangi kenyataan
bahwa ekonomi kita adalah atas dasar kapitalisme. Hak milik perorangan diakui
dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
Sehingga pada akhirnya potensi, inisiatif dan kreasi setiap warga Negara dapat
berkembang sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
Sejauh ini dapat dikatakan bahwa Indonesia telah memasuki kapitalisme global.
Dalam masa sebelum krisis peran penanaman modal asing (PMA) cenderung meningkat.
Persoalan yang lebih besar dari hadirnya modal asing di Indonesia adalah apakah
manfaat seluruhnya yang diperoleh pemodal asing di Indonesia dibagi secara adil
antara pemodal asing dan bangsa Indonesia. Selalu dikatakan bahwa modal asing
membawa masuk modal, transfer teknlogi, transfer kemampuan manajemen dan
membuka lapangan kerja. Berbagai kenyataan di atas memberikan pelajaran bahwa
kapitalisme global membuka peluang untuk mengembangkan perekonomian. Namun
demikian, kapitalisme global juga dapat merusak perekonomian Indonesia.
E. Dampak Globalisasi
dalam bidang Ekonomi :
Dampak globalisasi dalam bidang ekonomi, antara lain :
Globalisasi dan
liberalisme pasar telah menawarkan alternatif bagi pencapaian standar hidup
yang lebih tinggi. Semakin melebarnya ketimpangan distribusi pendapatan antar
negara-negara kaya dengan negara-negara miskin. Munculnya perusahaan-perusahaan
multinasional dan transnasional. Membuka peluang terjadinya penumpukan kekayaan
dan monopoli usaha dan kekuasaan politik pada segelintir orang. Munculnya
lembaga-lembaga ekonomi dunia seperti Bank Dunia, Dana Moneter Internasional,
WTO.
Aspek Ekonomi Dampak
positif dalam aspek ini dengan adanya globalisasi dapat kita petik hal – hal :
1. Makin
terbukanya pasar Internasional bagi hasil produksi dalam negeri
2. Mendorong
kita untuk memproduksi barang yang berkualitas tinggi
3. Mendorong
para pengusaha untuk meningkatkan efesiensi dan menghilangkan biaya tinggi
4. Dimungkinkan
dapat meningkatkan kesempatan kerja dan devisa negara.
Dampak negatif dari aspek ekonomi adalah :
1. Dengan
adanya keterbukaan maka kita akan dibanjiri barang – barang dari luar.
2. Dengan
adanya kebebasan masuknya investasi dari luar ke negara kita,bisa menguasai
perekonomian kita.
3. Dengan
adanya persangian bebas maka kelak akan ada pelaku ekonomi yang menang dan
kalah.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Kita
harus bersikap selektif dalam mengikuti perkembangan globalisasi ekonomi yang
terjadi di indonesia .
- Ambilah sisi positif dari proses globalisasi.
- Dengan adanya proses globalisasi dalam kehidupan ekonomi, kita dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan perekonomian di indonesia dan dunia lebih cepat , sehingga dapat membuat kehidupan semakin baik.
Saran
Dengan begitu, kami menyarankan agar pembaca jangan sampai terbawa hal –
hal buruk dalam peroses globalisasi ekonomi. Dan kita sebagai masyarakat
indonesia harus dapat mengambil sisi baik dari globalisasi ekonomi yang
terjadi. Dan kalian harus bersikap selektif dalam mengikuti setiap perkembangan
globalisasi ekonomi di indonesia ini.
3.2
Penutup
Sekian hal – hal yang
dapat kami bahas dan sampaikan. Mohon maaf bila ada salah kata. Mudah – mudahan
dapat bermanfaat bagi kalian. Dan kami mengharapkan sumbangan pikiran,
kritikan, maupun saran.
DAFTAR
PUSTAKA
http://www.google.co.id/
http://putraaldy.blogspot.com/2012/02/globalisasi-di-bidang-ekonomi.html
http://icalcell.blogspot.com/2012/02/dampak-globalisasi-dalam-banyak-bidang.html
Referensi
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar